Qodarullah Terbaik

     Pernah mikir nggak sih segala hal aktivitas yang kamu kerjain itu termasuk takdir Allah?
     Semua perilaku. Setiap waktu, setiap jam, setiap detik, setiap sepersekian detik?
     Segalanya adalah takdir Allah. Pertemuan, perpisahan, ketidaksengajaan.

     Tidak ada yang namanya kebetulan.
     Semuanya adalah takdir.
   Betapa Maha Kuasanya Allah, bukan? Luar biasa memang. Tapi kebanyakan dari kita tidak menyadari itu semua. Termasuk diriku sendiri.

     Bicara tentang takdir, pernah diantara kalian ngerasa kecewa dengan suatu hal? Yang notabenenya dengan manusia. Misal mengharapkan sesuatu dari seseorang, ditipu, ekspektasi yang berlawanan dengan realita, dan masih banyak lagi. 

     Ya, mungkin banyak dari kalian yang mengalami hal seperti itu. Dan pernahkah kalian kesal, kecewa, marah, bahkan depresi dengan hal-hal seperti itu? Akan kuambil jawaban, "iya."

     Teman-teman, ini bicara tentang takdir. Mungkinkah segala hal yang menyebabkan kita seperti itu karena "ulah" takdir yang tidak sesuai dengan keinginan kita? Sekali lagi, akan kuambil jawaban, "iya."

     Perlu ditegaskan. Kurasa itu tidak perlu. Let it flow... biarlah Dia yang mengurus segala urusan kita. Kita yang melakukannya dengan tulus-ikhlas. Kecewa boleh, mengeluh boleh, bahkan marah boleh. Tapi jangan lupa diiringi dengan istighfar, dan setelah itu coba berpikir dengan jernih.

     Adalah hal yang biasa jika menyangkut dengan "realita vs ekspektasi" yang dimana kita sangat mengharapkan seseorang begini dan begitu. Tetapi apa? realitanya sangat bertolak belakang, malah itu membuat kita terkejut setengah mati, karena apa? Karena ekspektasi. Ekspektasi kita yang terlalu tinggi terhadap manusia. 

     Memang perlu ditegaskan lagi jika menyangkut dengan "takdir yang tidak sesuai harapan." Diluar sana, banyak orang yang bunuh diri. Lagi-lagi karena manusia, ataupun masalah pribadi yang "sekiranya" mereka tidak akan pernah bisa mengatasinya. Naudzubillah. Memang hidup itu berat, susah, dan tidak menyenangkan; bagi mereka yang tidak mau berusaha dan menyepelekan Qadarullah. Sangat amat disayangkan. Banyak pelajar-pelajar, mahasiwa, yang memang mereka semua masih remaja, bunuh diri. Kayak mereka itu berpikir kalau mereka mati, mereka nggak ada, urusan kelar. Dan parahnya, mereka bunuh diri hanya karena urusan pelajaran, sekolah, bahkan urusan dengan pacarnya. Gak habis pikir lagi... 

     Ya mungkin mereka gagal mencapai tujuan mereka. Dan mereka tidak setuju dengan keputusan yang menurut mereka "salah". Memang sih, ada bahkan banyak orang yang beruntung, seperti keterima di salah satu sekolah favorit atau menang dalam olimpiade. Itu takdir mereka yang sesuai harapan mereka. Mereka senang, mereka bangga, tetapi angkuh jangan. Karena sejatinya didalamnya tersirat suatu ujian dari Allah. Mereka diuji, tetapi tidak terlihat. Sama halnya bagi mereka yang "gagal", tapi bedanya ujian mereka terlihat, tampak, dan sangat pilu rasanya. Takdir yang sama sekali tidak mereka harapkan.

      Hal ini juga sama seperti ketika kita mengharapkan sesuatu kepada manusia. Kita percaya dengan seseorang, saking percayanya jadi kita gak mau cerita masalah kecuali sama orang itu. Dan karena saking percayanya juga, kita berharap ini-itu. Lagi-lagi mandang cover, mandang sebelah mata.

     Tetapi suatu ketika, dalam jangka waktu yang amat singkat, kita diperlihatkan dengan jelas akan suatu hal yang membuat kita terkejut, tidak menyangka, dan kecewa dengan seseorang itu. Segala ekspektasi hancur lebur, runtuh, musnah. Tidak ada lagi dinding yang kokoh saat itu. Pasalnya, semua sudah terlihat jelas. Tersirat maupun tersurat, semua sudah jelas. Kalau sudah begitu? Ya pastinya sakit parah. Hati rasanya udah kayak tertusuk-tusuk. Bener-bener kalau diibaratkan sakit yang terkena fisik, darahnya sudah ngalir tak terhingga. Sakitnya tuh disini..................... *kok malah*

    Nah, kalo udah gitu larinya kemana? Ke manusia juga? Jelas jangan. Larilah kepada yang membuat skenarionya, Allah Ta'ala. Dekatilah yang membuat, renungkan apa maksud dari semua hal tersebut, berusaha ikhlas karena Allah, berjuang walaupun pahit.

    Memang benar itu sangat bahkan amat menyakitkan, memang benar itu sangat mengecewakan. Tetapi, who knows? Rencana Allah terbaik. Bisa jadi mereka yang gagal nantinya akan mendapat ganti yang jaaaaauh lebih baik. Bahkan diluar ekspektasi mereka karena terlalu indahnya rencana Allah kepada hamba-Nya. InsyaAllah. :)




Komentar

Postingan Populer